BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK – TEKNOLOGI ORGANIK BIO-INCON

Menanam sayuran hidroponik kini telah menjadi trend dalam budidaya pertanian terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau yang memiliki lahan terbatas di perumahan. Selain dapat memanfaatkan lahan yang sempit, juga dianggap lebih higienis dan bisa menghasilkan panenan yang lebih berkualitas.

Banyak yang berpendapat bahwa sistem budidaya hidroponik merupakan bagian dari pertanian organik, namun belum tentu demikian karena masih banyak yang menggunakan sumber nutrisi sintetis dari bahan pupuk kimia. Seiring dengan kepedulian masyarakat untuk memperoleh sumber pangan sehat maka banyak yang beralih pada nutrisi organik. Karena adanya kebutuhan diatas maka INCON Mitra Bumi Indonesia terus mengembangkan sarana produksi pertanian supaya bisa dimanfaatkan sebagai pendukung budidaya pada sistem hidroponik berbasis organik, dengan didukung produk murni organik yang berkualitas maka diharapkan bisa memberi manfaat kepada pecinta tanaman yang ingin beralih kepada budidaya hidroponik organik.

Berikut produk pedukungnya :

  1. BioAwu sebagai pupuk hayati untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan pupuk makro mikro yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dari awal tanam sampai dengan panen.
  2. Pupuk Hayati Cair D’Nature sebagai sumber nutrtisi lengkap dengan Zat Pengatur Tumbuh dan mikrobia hayati yang berfungsi untuk memenuhi unsur mikro dan mengatur agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  3. Perangsang Bunga dan Buah Best Plant bermanfaat khususnya untuk tanaman hidroponik yang menghasilkan bunga dan buah seperti tomat, cabe dll. Digunakan untuk melengkapi dan mengatur hormon tanaman sewaktu siap untuk berbunga dan berbuah sehingga bunga dan buah tidak mudah rontok dan hasilnya lebih maksimal.

Agar hasil maksimal maka aplikasi ketiga produk diatas dapat disesuaikan dengan pola tanam/sistem hidroponik yang diterapkan.


Sistem tanam Hidroponik :

1.Sistem Kultur Air

This image has an empty alt attribute; its file name is hidroponik-sistem-kultur-air.jpgSistem ini menggunakan media air dalam kubangan atau diatas kolam. Sistem ini sangat cocok untuk menanam kangkung, bayam, pakcoi dan sayuran daun lainnya. Sistem ini terinspirasi dari pertumbuhan eceng gondok yang tumbuh subur diatas kolam meski akarnya tidak menyentuh tanah.

Untuk sistem ini pupuk dapat diberikan secara bertahap dengan konsentrasi sbb :

  • Minggu I masukkan 100 gram BioAwu dan 50 ml D’Nature ke dalam 500 liter air yang akan digunakan sebagai larutan nutrisi tanaman.
  • Minggu II-III tambahkan 150 gram BioAwu ke dalam 500 liter air
  • Minggu IV-VI tambahkan 200 gram BioAwu ke dalam 500 liter air
  • Setiap seminggu sekali pada daunnya disemprot D’Nature dosis 30 ml/5 liter air.
  • Untuk tanaman berbunga dan berbuah pada saat siap berbunga ditambah penyemprotan Best Plant dosis 10 ml/5 liter air. Best Plant dapat dicampurkan dengan D’Nature secara bersamaan.
  • Untuk tanaman yang mebutuhkan lebih banyak nutrisi seperti selada, cabe, pekcoi, sawi dll. Setiap dua minggu sekali pada setiap lobang tanam dapat ditambahkan BioAwu sebanyak 1/4 sendok teh, taburkan di bagian pinggir media agar tidak langsung kena tanaman. Ulangi penambahan BioAwu jika tanaman pertumbuhannya mulai melambat.

2.Sistem Kultur Agregat

This image has an empty alt attribute; its file name is hidroponik-sistem-kultur-agregat-1.jpgSistem ini mennggunakan media non tanah seperti pecahan batu, pasir, rock woll, batu kerikil dsb. Cara tanam dalam sistem ini adalah menempatkan tanaman padda media tanam lalu diberikan larutan nutrisi agar tanaman dapat tumbuh dan dipanen. Dalam sistem ini kelemahan yang didapati adalah media yang dugunakan tidak dapat menyerap air sehingga harus telaten untuk menambahkan nutrisi dan mengecek ketersediaan airnya. Pemeliharaan dan perawatan menjadi kunci keberhasilan sistem ini.

Untuk sistem ini pemupukan dapat diberikan bertahap sesuai umur tanaman :

    • Larutkan 100 gram BioAwu dan 50 ml D’Nature ke dalam 100 liter air, aduk dan diamkan semalam agar larutan dapat menyatu dengan air.
    • Masukkan larutan air dan pupuk tadi ke dalam wadah/media tanam yang sudah disiapkan.
    • Setelah tanaman berumur dua minggu pada setiap media tanam dapat ditambahkan BioAwu sebanyak 1/4 sendok teh, taburkan di bagian pinggir media agar tidak langsung kena tanaman.
    • Ulangi pemberian BioAwu saat tanaman berumur 4-5 minggu atau jika tanaman pertumbuhannya mulai melambat.
    • Setiap seminggu sekali pada daunnya disemprot D’Nature dosis 30 ml/5 liter air.

Untuk tanaman berbunga dan berbuah pada saat siap berbunga ditambah penyemprotan Best Plant dosis 10 ml/5 liter air. Best Plant dapat dicampurkan dengan D’Nature secara bersamaan.

3. Nutrient Film Tecknique (NFT)

This image has an empty alt attribute; its file name is hidroponik-sistem-nft.jpg merupakan sistem menanam hidroponik yang banyak digunakan oleh petani modern, dengan cara menyediakan larutan media tanam dalam bak atau drum kemudian dialirkan dengan rankaian pipa atau plat besi menyerupai selokan kecil. Larutan nutrisi yang dibawa air terus mengalir berputar kembali ke wadah penampungan awal. Untuk membuat air bisa mengalir tanpa henti diperlukan semacam pompa air untuk menyedot air dari wadah penampungan.

Sistem ini sering digunakan untuk industri sayuran hidroponik di kota-kota besar karena dianggap yang palin efisien dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Pada sistem NFT pemberian pupuk menggabungkan dua cara sebelumnya, pupuk dapat diberikan secara bertahap dengan konsentrasi sbb :

    • Minggu I masukkan 100 gram BioAwu dan 50 ml D’Nature ke dalam 200 liter air yang akan digunakan sebagai larutan nutrisi tanaman. aduk dan diamkan semalam agar larutan dapat menyatu dengan air.
    • Minggu II-III tambahkan 100 gram BioAwu dan 50 ml ke dalam 200 liter air
    • Minggu IV-VI tambahkan 150 gram BioAwu dan 50 ml ke dalam 200 liter air
    • Setiap seminggu sekali pada daunnya disemprot D’Nature dosis 30 ml/5 liter air.
    • Untuk tanaman berbunga dan berbuah pada saat siap berbunga ditambah penyemprotan Best Plant dosis 10 ml/5 liter air. Best Plant dapat dicampurkan dengan D’Nature secara bersamaan.
    • Untuk tanaman yang mebutuhkan lebih banyak nutrisi seperti selada, cabe, pekcoi, sawi dll. Setiap dua minggu sekali pada setiap lobang tanam dapat ditambahkan BioAwu sebanyak 1/4 sendok teh, taburkan di bagian pinggir media agar tidak langsung kena tanaman. Ulangi penambahan BioAwu jika tanaman pertumbuhannya mulai melambat.

Mengenai persiapan penanaman secara umum dapat mengikuti cara yang biasa dilakukan seperti :

  1. Memastikan bibit tanaman yang dipilih merupakan tanaman yang sehat, tidak cacat dan tidak terdapat serangan hama biasanya benih disemai dulu baru 2-3 minggu kemudian dipindahkan ke media tanam.
  2. Lakukan pemindahan tanaman pada sore hari agar tanaman tetap segar dan dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
  3. Lakukan pemeliharaan secara intensif, jika ada bibit yang mati dapat segera diganti agar sewaktu panen dapat seragam.
  4. Karena media utama dari budidaya hiroponik adalah air, maka untuk pengairan upayakan menggunakan air yang bersih yang tidak tercemar bahan kimia maupun pemutih, jaga pH air tetap dalam angka 6,5-7,5. Segera ganti atau tambahkan air baru jika air kelihatan tidak bagus kualitasnya.
  5. Tanaman perlu dirawat dengan perempelan daun yang mati agar tidak mengganggu pertumbuhan.
  6. Jaga lingkungan tetap bersih dari penyakit maupun OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), jika terserang penyakit segera atasi dengan memberikan pestisida hayati atau fungisida hayati.
  7. Sewaktu tanaman sudah siap dipanen, angkat tanaman secara hati-hati agar tidak rusak dan kemas ke dalam kotak atau wadah kering untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen.

Selamat berkarya dengan budidaya Hidroponik Organik, Sekian dan Terimakasih.


Panduan dalam bentuk pdf/e-book dapat diunduh dibawah ini:

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [288.86 KB]

Untuk tanggapan langsung, dapat menghubungi 081392420678 (wa/telp/sms)

Tinggalkan Balasan