BUDIDAYA KELENGKENG ORGANIK TEKNOLOGI BIO-INCON

Perkembangan budidaya kelengkeng telah mengalami peningkatan yang pesat sejak ditemukannya kelengkeng jenis unggul yang bisa tumbuh baik di dataran rendah seperti new crystal, itoh super, diamond river, mata lada dll. Rasanya yang manis dan bisa dikembangkan sebagai tanaman rumahan membuat banyak orang menggandrungi tanaman ini sebagai penghias halaman. Kelengkeng dapat tumbuh pada tanah yang gembur, dengan lapisan tanah subur yang tebal dan dapat mengikat air dengan baik, dengan ketinggian antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan curah hujan yang cukup. Pada umumnya tanaman ini siap berbuah antara umur 1-2 tahun bergantung dari besar kecil hasil cangkokan atau okulasi.

BUDIDAYA KELENGKENG :

 

  1. Persiapan lobang tanam :

Penanaman kelengkeng dilakukan menjelang musim hujan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60x60x60 atau 100x100x60 cm, tergantung besar kecilnya bibit yang akan ditanam. Jarak tanam minimal 6 x 6 m. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah. Campur tanah bagian atas dengan pupuk kompos premium 15-20 kg dan 5 sendok makan Ultrabiosoil sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam. Kemudian siaram dengan D’Nature 30 ml dicampur 5 liter air per lobang tanam.

  1. Penanaman :

Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah Pupuk Hayati Cair D’Nature 60-80 ml per pohon, dicampurkan air 2-3 liter lalu disiramkan ke tanah dan batang setelah penanaman. Tujuan pemberian pupuk ini untuk merangsang pertumbuhan akar lebih cepat dan memenuhi nutrisi.

  1. Pemupukan :

Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi. Waktu pemupukan pupuk kandang 1-2 kali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan 5 – 10  kg kompos premium atau 5-10 sendok makan BioAwu memutar sesuai dengan lebar tajuk tanaman. Di saat yang sama siramkan D’Nature 30-60 ml per tanaman dengan air 5-10 liter, kemudian pupuk ditutup dengan tanah.

Semprotkan juga 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.

Untuk mempercepat munculnya buah di luar musim, kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. pada tanaman diberi 4-5 sendok makan pupuk Ultrabiosoi dan 5-10 sendok makan Bioawu, 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali.

Setelah terbentuk buah untuk pengisian daging buah pada tanaman diberi 4-5 sendok makan pupuk Ultrabiosoil, lalu siramkan 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per 10 liter air per pohon.

  1. Perawatan :

Saat baru ditanam, tanaman kelengkeng memerlukan penyiraman yang teratur 2 kali sehari. Selanjutnya penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanaman dan lingkungan.

Pemeliharaan tanaman kelengkeng yang paling penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman kelengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Pemangkasan tanaman yang belum berbuah harus dilakukan pada awal musim hujan. Bagian yang dipangkas adalah cabang-cabang yang tumbuh liar, rusak atau sakit, tumbuh bersinggungan dengan cabang lain, tumbuh membalik ke arah dalam, dan tumbuh ke arah bawah.

Jika ada serangan penyakit dapat diatasi dengan pestisida hayati atau fungisisda hayati yang ramah lingkungan.

  1. Masa Panen :

Kelengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Agar aman dari binatang pengganggu seperti kelelawar, buah bisa dibungkus dengan kelambu atau brongsong yang terbuat dari bambu.

Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang . Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecoklatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma manis.

Catatan :

Untuk jenis kelengkeng yang membutuhkan Booster untuk memunculkan bunga dan buahnya dapat diberikan secara rutin tambahan Ultrabiosoil 5-8 sendok makan diberikan sebulan sekali, kemudian disemprot 2 minggu s.d 1 bulan sekali D’Nature 60 ml dan Best Palnt 30 ml per tangki.

Sekian dan terimakasih..

Untuk tanggapan langsung, dapat menghubungi 081392420678 (wa/telp/sms)

Tinggalkan Balasan