BUDIDAYA DURIAN ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI BIO INCON

Durian ( Durio Zibethinus ) yang dijuluki “King of Fruits” memang selalu menjadi rajanya buah-buahan khusunya di wilayah Asia Tenggara dan mejadi buruan pada saat musimnya tiba. Meski sudah banyak yang membudidayakan namun harga jual buah ini masih sangat menggiurkan bagi pelaku bisnis untuk meraup keuntungan Terlebih lagi pengembangan variasi bibit unggul yang membuat banyak pilihan bagi penggemarnya. seperti durian montong, musang king, bawor, petruk, super tembaga, merah dll. Oleh karena itu INCON Mitra Bumi Indonesia selaku produsen Pupuk Organik menghadirkan sarana penunjang Budidaya Durian dengan teknologi organik agar hasilnya semakin meningkat baik rasa semakin legit, menjaga kualitas dan kelestarian lingkungannya. Kunci keberhasilan budidaya Durian Organik terletak pada terpenuhinya unsur makro dan mikro organik yang dibutuhkan tanaman. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan budidaya Durian :

A.SYARAT PERTUMBUHAN

Durian dapat tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl, dengan intensitas cahaya 40-50 %, dan suhu 22-30O C, curah hujan ideal 1.500 – 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 – 7.

B.PEMBIBITAN

Bibit tanaman yang bagus memiliki tanda tanaman subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru

C.PERSIAPAN LAHAN

Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma serta tanaman keras lain yang mengganggu masuknya sinar matahari. Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m. Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan dan bermanfaat untuk melindungi bibit yang masih kecil agar tidak terlalu panas kena sinar matahari.

D.LUBANG TANAM

Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah. Campur tanah bagian atas dengan pupuk kompos premium 15-20 kg dan 5 sendok makan Ultrabiosoil sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam. Kemudian siaram dengan D’Nature 30 ml dicampur 5 liter air per lobang tanam.

E.PENANAMAN

Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah Pupuk Hayati Cair D’Nature 60-80 ml per pohon, dicampurkan air 2-3 liter lalu disiramkan ke tanah dan batang setelah penanaman. Tujuan pemberian pupuk ini untuk merangsang pertumbuhan akar lebih cepat dan memenuhi nutrisi.

F.PERAWATAN

Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari. Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

G.PEMUPUKAN

Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi. Waktu pemupukan pupuk kandang 1-2 kali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan 5- 10 kg kompos premium atau 5-10 sendok makan BioAwu memutar sesuai dengan lebar tajuk tanaman. Di saat yang sama siramkan D’Nature 30-60 ml per tanaman dengan air 5-10 liter, kemudian pupuk ditutup dengan tanah.

Semprotkan juga 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Palnt per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot

F.PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM

Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret pada tanaman diberi 4-5 sendok makan pupuk Ultrabiosoil dan 5-10 sendok makan BioAwu , 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali.

Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun.

Untuk pengisian daging buah pada tanaman diberi 4-5 sendok makan pupuk Ultrabiosoil, lalu siramkan 60 ml D’Nature dan 30 ml Best Plant per 10 liter air per pohon.

9.PERAWATAN BUAH DAN PEMANENAN

Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan paling tidak dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara sedikit dahulu saja. Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara panen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. Jika tanaman sudah terlalu tinggi ada juga yang menunggu sampai buah jatuh sendiri, biasanya ini yang digemari konsumen karena tingkat kematangannya dianggap lebih sempurna.

Untuk tanggapan langsung, dapat menghubungi 081392420678 (wa/telp/sms)

Tinggalkan Balasan