BUDIDAYA SELADA ORGANIK TEKNOLOGI INCON

Selada (Lactuca Sativa) organik merupakan komoditi sayuran yang banyak dicari konsumen karena selain memiliki rasa yang lebih enak juga sehat dan aman bagi tubuh karena tidak mengandung residu kimia di dalamnya. Selada organik memiliki tampilan warna yang lebih segar dan lebih tahan lama dalam penyimpanan. Selada organik dapat dibudidayakan dengan system hidroponik, aquaponik, polybag, maupun di bedengan kebun. Kita akan memperhatikan budidaya selada di bedengan perkebunan.

1. Syarat Tumbuh :

Selada tergolong sayuran dataran tinggi yang tumbuh baik pada daerah berketinggian di atas 900-1200 m dpl, dengan suhu 15-25C. Tanah yang disukai lempung berpasir atau lempung berdebu yang masih kaya akan humus. Meskipun demikian selada masih toleran di tanah yang miskin nutrisi asalkan diberi pengairan dam pupuk organik yang memadai dan diberi naungan utnuk menhan panas matahari.

2. Cara Budidaya per 1000 m2 :

–  Kebutuhan benih per hektar sekitar 250 gram.

–  Sebelum ditanam, benih direndam dulu dalam air yang telah diberi POC D’NATURE 4 sendok makan per liter air, lalu diamkan selama 1 jam. Kemudian benih diangkat dan ditiriskan, lalu dikering-anginkan.

–  Jika hendak disemai dulu, wadah semai harus disiapkan sebelumnya. Biasanya digunakan tray yang berisi campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang ( setiap 10 kg pupuk dengan 100 gram ULTRA BIOSOIL) dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tujuan penggunaan arang sekam agar mudah dicabut saat dipindahkan ke lahan.

–  Benih selada disebar pada tanah tercetak dengan jarak antar baris 3 cm lalu disemprot kabut air. Biasanya setelah satu minggu benih akan berkecambah. Kecambah tetap disiram sampai cukup kuat untuk dipindah ke lahan pada 1 – 2 minggu kemudian.

–  Tebarkan 300 – 500 kg pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Pupuk Kandang dicampur 1 kg ULTRA BIOSOIL, dan 5 – 10 kg BioAwu lalu semprot lahan dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air. Kemudian harus digemburkan sambil dibersihkan dari rumput liar, batu, dan benda asing yang mengganggu.

–  Setelah itu dibentuk bedengan selebar 1 – 1,2 m dengan jarak antar-bedengan 30 cm. Tebal bedengan tergantung kondisi cuaca 15-20. Bedengan ini kemudian didiamkan selama 1-2 minggu sebelum ditanami.

–  Setelah bedengan siap ditanami, bibit dari pesemaian dipindahkan ke bedengan dan langung disiram untuk menekan stagnasi. Penyulaman dapat dilakukan jika ada tanaman yang mati.

–  Jika tidak ingin disemai terlebih dahulu, bedengan perlu ditambahkan pupuk dasar. 500 – 600 kg Pupuk Kandang dicampur 1 kg ULTRA BIOSOIL, dan 5 – 10 kg BioAwu lalu semprot lahan dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air, lalu tutup dengan tanah. Diatas bedengan tersebut langsung ditaburkan benih dengan jarak tanam sekitar 10 x 15 cm. lalu ditutup tanah setebal 1-2 cm.

1. Perawatan Tanaman

Untuk menjamin kesuburan daun, setiap 1 minggu disemprotkan pupuk daun POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air. Lakukan penyiangan agar bersih dari rumput dan gulma sambil membunbun tanah agar tiadk longsor dan selada akarnya selalu tertutup tanah.

2. Panen Selada :

Biasanya setelah berumur 20-30 hari selada dari bibit ditanam atau 40-60 hari dari penyemaian, telah dapat dipanen. Pada umur tersebut tanaman telah mencapai ukuran maksimal, namun belum cukup tua. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman berikut akarnya, lalu dibersihkan dari tanah yang menempel. Hasil panen tersebut kemudian disortir dan diikat dalam ukuran secukupnya. Di pasar swalayan biasanya selada dijual dalam ikatan-ikatan dengan bobot sesuai besar ikatannya.

 

Alternatif pemupukan lainnya :

1. Larutkan 1 sendok makan BioAwu dalam 15 liter air yang sudah dicampur 3 sendok makan POC D’NATURE . Semprotkan merta pada lahan, kemudian ulangi setiap 7-10 hari sekali atau sesuai kebutuhan pertumbuhan tanaman

Untuk tanggapan langsung, dapat menghubungi 081392420678 (wa/telp/sms)

Tinggalkan Balasan